Posted on

Pengemudi yang Baik

Ketika kamu hidup di Jakarta atau di kota besar dengan tingkat traffic tinggi, pasti sering atau bahkan mungkin setiap hari dibuat pusing oleh riweuhnya suasana jalanan. Begitu banyak kendaraan dari segala arah, kemacetan dimana-mana, serta masih minimnya etika berlalu lintas di negara kita sangat memprihatinkan.

Dalam berlalu lintas, ada berbagai tipe pengemudi yang bisa ditemui. Yang baik hati ada, yang membuat kesal juga banyak. Ada juga pengemudi yang tidak pernah mau mengalah. Tidak usah jauh-jauh mengambil contoh, teman saya sendiri ada yang seperti itu. Pada suatu ketika, dia menyetir dan saya menebeng, dan lampu dari arah kami hijau sudah hampir merah, sedangkan mobil di depan masih tersendat. Dia masih memaksa untuk maju dan dempet dengan mobil depan. Sehingga hal ini membuat tersendatnya arus kendaraan dari arah lampu hijau. Ketika saya ingatkan, dia malah dengan bangga berkata,”Iya gwe kalo nyetir emang gini, gak mau kalah, biarin lah yang penting kita udah maju duluan”. Dari intonasi dan cara dia berbicara, tampaknya dia bangga sekali dengan kemampuan menyetir dan menyalipnya. Teman saya yang saat itu di mobil juga bilang “bagus, bagus”, menyetujui keputusan si pengemudi. Memang, kalau kami tadi tidak maju akan menunggu lagi sekitar 15-20 menit lamanya di lampu merah tersebut. Tapi tetap saja, menurut saya pernyataan teman saya tersebut childish sekali.

Saya juga sering menemukan pengemudi-pengemudi yang seperti itu. Sebutan lainnya, Aggressive Driver, yaitu pengemudi yang ugal-ugalan, tidak memperhatikan peraturan, dan tidak pernah mau mengalah. Mengambil jalan yang bukan jalannya. Memaksakan untuk menyalip maupun menyelip. Belum lagi motor yang miring sana miring sini ala sok-sok MotoGP, yang tiba-tiba muncul dari sudut mati. DLL DLL. Setelah diperhatikan, memang rata-rata yang sembarangan/show off waktu mengemudi adalah para remaja . Dengan mengebut dan salip sana salip sini dengan ugal-ugalan, mungkin dikiranya akan terlihat keren. Yah, mungkin sesama remaja lain akan menganggap dia keren, tapi tidak untuk saya. Mungkin karena saya sudah tua, ohoho.

Saya sendiri baru-baru ini bertemu dengan seorang aggressive driver. Ketika itu mobil saya berhenti, dan mobil di belakang saya pun berhenti (karena macet). Tiba-tiba ada motor yang ingin menyelip di tengah-tengah celah antara mobil saya dan mobil belakang. Dia ingin mengambil jalan paling kanan (jalan, bukan jalur lho), yang berlawanan arah dengannya. Karena tidak sabaran, jadilah dia memaksa untuk menyelip di celah tersebut, padahal jelas-jelas tidak muat dan jress,,, tergoreslah mobil saya. Dia mengacir dengan mengebut zigzag tanpa meminta maaf dan saya tidak sempat marah-marah ala sinetron hohohoho. Beginilah yang terjadi kalau tidak sabaran dan tidak mau mengalah. Padahal kalau dia mau menunggu 5 menit saja, sudah maju tuh jalanan. Dasar tidak sabaran. Fyuh…Kalau begini kan saya jadi emosi, kerja pun jadi malas, rasanya pingin pulang terus tetiduran melepas emosi (alasan, ehem). Maka jika ketemu pengemudi yang seperti ini, jauhilah.

Kembali ke topik tadi. Banyak yang mungkin berpikiran bahwa dengan modal SIM dan teknik menyetir yang jago, maka sudah mampu bertempur menguasai rimba jalanan. Padahal tidak hanya itu yang diperlukan untuk menjadi pengemudi yang baik. Dengan teknik menyetir yang BOMBASTIS, tapi tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, belum tentu bisa menjadi pengemudi yang baik. Berdasarkan jam terbang? Belum tentu juga, karena ada yang sudah menyetir dalam waktu yang relatif lama, tetapi teteup sembarangan menyetirnya.

Lalu apa? Pola pikir pengemudilah yang sebenarnya menentukan. Pola pikir seorang pengemudi akan tercermin dari cara dia mengemudikan kendaraan. Dianggap apakah jalanan lalu lintas tersebut? Arena pertarungan mengasah kemampuan mengemudi? Sekedar lintasan dalam rangka mencapai lokasi? Ataukah lebih sebagai tempat dimana pemakai jalan saling menghormati dan saling berkomunikasi satu sama lain? Pengemudi yang baik tidak hanya memikirkan diri sendiri untuk sampai ke tujuan, tetapi juga turut serta menciptakan lingkungan lalu lintas yang tertib, aman dan kondusif. Dalam pola pikir defensive driver, mengalah dan berhati-hati merupakan upaya menghindari konflik dengan pemakai jalan lainnya.

Jadi semua kembali ke pola pikir kita masing-masing. Lalu lintas pun ada etikanya. Belajar tidak egois dalam berlalu lintas. Jika ada yang salah, boleh diingatkan, tapi tidak perlu lah sampai membuat pose-pose dramatis marah-marah sampai membuat kemacetan berkepanjangan. It’s not all about you. Tidak hanya dirimu saja yang butuh ke tempat tujuan dengan cepat dan aman, tetapi semua pemakai jalan pun demikian. Selain itu, jangan hanya memandang ke depan saja, tapi juga memandang lebih jauh ke depan, dengan melihat kondisi jalan sekitar. Karena ada kalanya dengan kita mengalah, kita tidak hanya memberi jalan kepada satu mobil saja, tapi juga bisa memperlancar arus kendaraan lainnya. Tapi jangan juga mengalah terus menerus. Yang ada nanti mobil di belakang kita marah, kita juga nggak maju-maju. Jangan juga sewaktu kendaraan berkecepatan sedang, demi idealisme mengalah, malah mengerem ketika ada pejalan kaki yang baru akan menyeberang. Yang terjadi malah kecelakaan beruntun di belakang karena rem mendadak. Jadi dalam berlalu lintas pun ada filosofinya. Mari kita semua saling menghormati dan menghargai dalam berlalu lintas, memperhatikan keselamatan dan belajar untuk tidak menang sendiri. Saya pun sampai saat ini terus mencoba belajar untuk menjadi pengemudi yang lebih baik.

picture credit to : http.bimanusantara.com

About rikasania

I'm a girl. I'm a daughter. I'm a friend. I'm a fangirl. I'm a fanpire. I'm clumsy. I'm not good with memory. I'm fun. I'm easily obsessed.

4 responses to “Pengemudi yang Baik

  1. Mohammad Nova Ardiansyah ⋅

    Pembangunan di indonesia terlalu sentralistik, semuanya dipusatkan di jakarta, mungkin itulah penyebab kemacetan di jakarta, kalo kerja di desa seperti saya sih ga ada macet🙂

  2. “Saya pun sampai saat ini terus mencoba belajar untuk menjadi pengemudi yang lebih baik.” Setujuuu!! jaman skarang agak susah ngrubah pola pikir tapi mulai dari diri sendiri itu awal yang bagus (kata buku hahahaha) untuk case pertama, kalo gw lebih milih nunggu 15-20 menit, the last, pastikan pake asuransi hahahahahaha

  3. INFO HOT : Jika anda kesulitan membuat dan mendesain Blog Blogspot dan Website berbasis Content Management System (CMS), Kami menawarkan tangan untuk melayani pembuatan Blog Blogspot dan Website yang berkelas dan professional dengan harga yang sangat murah, silahkan dilihat paket dan fitur Web Desain kami di http://cybernetwebdesign.com🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s