Posted on

Obsession

Apa kalian pernah punya obsesi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ob·se·si /obsési/ n Psi : gangguan jiwa berupa pikiran yg selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan.

Gangguan jiwa? Oke, tampak berat.
Bagaimana kalau kita merujuk ke obsesi yang sifatnya lebih ringan, seperti sukaaaaaa sekali pada seseorang, atau sesuatu. Itu bukan obsesi ya? Hobi? Tampaknya definisi dari obsesi sendiri sudah termodifikasi, haha.

Saya selalu punya obsesi tersendiri terhadap sesuatu. Jika saya menyukai sesuatu, saya akan sangat mendalaminya.

Waktu saya masih SD, saya terobsesi dengan MTV. Western music. Saya sangat seneng nonton mtv, terutama mtv yang melayani request2 apa itu namanya? Yang ada Request of the Day, Request of the Day. I forget. (MTV Most Wanted!!) Tapi yang jelas, gwe suka dan gara2 itu gwe and mbak neni sering membuat barang2 buat request dan kita berlagak sebagai vj MTV, membawakan acara, membacakan request bikinan kita sendiri.

Beranjak SMP, gwe berkenalan dengan Maya yang mengenalkanku dengan dunia komik. Dan mulailah gwe dengan obsesi baru. Waktu itu saya menjadi langganan di semua toko rental buku di kota saya. Saya lahap semua komik-komik di rental buku tersebut, sedikit demi sedikit. Bagi-bagi bersama maya. Bahkan komik dan buku yang baru dibeli Taman Bacaan plastik sudah dipinjamkan ke saya.

Masuk SMA, tidak hanya meminjam komik, saya akhirnya memutuskan mengoleksi komik. Selain itu, saya juga sering membeli kaset. sehingga saya pun memutuskan membuka usaha perentalan komik ilegal di sekolah. Ilegal karena, hello, razia waktu sma =.= Jadilah saya membuat buku perentalan dan memberi pinjaman komik, buku ataupun kaset kemana2, dan tak lupa menagih juga. Dari bisnis inilah saya mempunyai banyak kenalan baru. Promosi sana sini.. Hahaha xD Saya bahkan bermimpi berbisnis, membuka usaha sendiri, dan saya pun dengan nekat mengajukan proposal ke ayah saya. Ketika itu saya masih SMA, dan tentu saja masi bau kencur, sehingga tentu saja ditolak proposal itu. Saya pun nyengar nyengir saja waktu itu padahal dalam hati down sekali.

Untuk menghindari razia, saya pun bekerja sama dengan ibu yang ngejaga perpus, dan komik2 dan buku2 saya diselundupkan ke dalam perpustakaan. Nanti kalau pulang sekolah baru saya bagi2kan kepada pelanggan. Uangnya lumayan buat beli komik baru. This is fun, menegangkan, dan sekaligus menyalurkan hobi saya.

Waktu SMA juga saya mengenal Anime (istilah yang digunakan untuk menyebutkan film animasi/kartun Jepang). Saya pun memborong majalah Animonster. Dan rajin menonton anime. Waktu saya numpang tinggal di rumah bulik, karena pulang sekolah selalu sore, dan malamnya tv dipakai buat keluarga, jadi saya menonton di waktu tengah malam, dengan suara volume super kecil agar tidak membangunkan orang. Waktu selesai UNAS, dengan gaharnya saya ke toko rental anime dan meminjam 50 cd dan dihabiskan dalam 3 hari. Setelah itu, mata saya pun berwarna hitam. Tidak sehat, teman-teman, tidak sehat.

Memasuki kuliah, saya menonton Nobuta wa Produce,salah satu dorama Jepun. Waktu itu saya iseng2 saja mau menonton, siapa sangka dari sini saya melihat YamaP dan tertarik oleh auranya (lebai). Sedikit demi sedikit saya menjauhi anime dan mulai tertarik dengan dorama. Dan mulailah obsesi saya dengan mengumpulkan dorama2 Jepun. Dvd pun bertumpukan. Waktu itu yang suka dorama masih sedikit.

Berikutnya karena YamaP adalah salah satu member NewS, maka saya pun mulai beranjak obsesi menjadi Jpop Jrock lovers. Dan mulailah saya menggeluti industri permusikan Jepang, industri musik terbesar kedua di dunia. Saya pun mengoleksi segala macam berbau musik Jepang, mulai talkshow, Performance, music video, dll. Everything I can.

Pada suatu hari, ketika sedang asik bermain di tempat Dhea, saya disuguhi MV dari sebuah grup korea. Dan saya pun cengo. Sudahkan bisa Anda duga siapa mereka? Yup, they are DBSK, maybe the biggest obsession i’ve ever had. And the longest one. Saya pun beralih menyukai K-music. Dan saya pun mulai mengoleksi beratus ratus keping dvd berisi K-entertainment. Dengan masuknya DBSK ke kehidupan saya, Changmin terutama, saya mengenal dunia per-gather-an. Saya pun bertemu dengan bermacam-macam orang dengan profesi yang berbeda-beda. Menyenangkan!

Saya pun belajar2 sedikit tulisan korea, biar bisa masuk dan daftar ke fansite2 korea yang notabene bahasa korea, pendaftaran pake bahasa korea dan harus pake ktp korea. Dari sini juga saya pun mencari2 aplikasi yang bisa membuat saya tembus ke fansite tersebut. Saya dan mbak neni pun nekat berangkat ke Malaysia buat nonton 2nd Concert O DBSK.

Fyuh, itu hanya beberapa dari sekian obsesi lain yang saya miliki.

There’s this quote about obsession by Eugene Delacroix.

What moves men of genius, or rather what inspires their work, is not new ideas, but their obsession with the idea that what has already been said is still not enough.

Okay, my obsession might not be par to the quote above, but while I can , I want to enjoy every obsession i have.

Memang, sering sekali obsesi membuat seseorang lupa akan dunianya. Sibuk dengan obsesinya. Seems like every thing in this revolve around his/her obsession. Tapi sebenarnya obsesi kita itu bisa kita jadikan sesuatu yang positif jika kita mampu mengontrolnya (thus it won't name obsessed anymore, lol). Ambillah sisi positif dan kelebihan dari obsesimu, ambil ilmunya, kembangkan itu.

Contohnya, dari obsesi saya terhadap perjepangan dan perkoreaan, saya jadi belajar culture negara lain, belajar how entertainment works there, serta belajar bahasa negara lain. Dari obsesi saya terhadap MTV Most Wanted, saya jadi belajar berkreasi, membuat karya dari barang-barang bekas. Dari film, novel, musik, kita pun bisa belajar banyak hal. Banyak sekali pelajaran tentang hidup yang bisa didapatkan dari hiburan-hiburan tersebut.

Apakah obsesimu? Mari perluas wawasan kita dengan obsesi-obsesi yang kita punya🙂
Learn, learn, and Learn ^o^

About rikasania

I'm a girl. I'm a daughter. I'm a friend. I'm a fangirl. I'm a fanpire. I'm clumsy. I'm not good with memory. I'm fun. I'm easily obsessed.

3 responses to “Obsession

  1. ciluu

    Anda yakiiin obsesii andaa cuma segituu..??
    Hahahahaaa..
    Awak berterimakasih dikau sudah menularkan virus obsesi dikau ke awak..
    K-POP..!!😀
    Minta WGM dari awal februarii..

    • rikasania ⋅

      Hihihi… Masih ada banyak lainnya tapi nanti bisa bikin essay saya😀
      Sudah cukup cil, gak mau bikin essay dulu, buahahah!!!

      Sok , sok , sini… Hihihihihi

  2. atiek ⋅

    heh makhlooook….kok tak ado nama awak saat nonton nobuta trus juga pas ke kosan dhea haaaa???
    tanpa awak tak kenal kao ma dhea,,tak kenal pula kao ma changmin haa…LOL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s